Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Kisahku Di Nil Biru (part 2)

ku tersadar dari tidurku, mimpi-mimpi ku buyar, kelebat-kelabat bayangan indah lenyap dari pelupuk mata yang hanyut dalam arus hayalan. Angin semilir itu menjagakan tidur ku, hembusanya yang sejuk membuatku terbangun, dinginnya yang menusuk tulang memaksa ku harus bardiri untuk mengeluarkan jaket ku, selimut tak cukup untuk menghangatkan jiwa ku. Dengan badan berat dan malas, ku berjalan gontai menuju ruangan tempat koper-koper kami di simpan.

Ternyata yang lain juga banyak terbangun, “Apa mereka terbangun karena kedinginan juga? Atau karena mau tahajjud? Atau karena kebelet? Atau karena ga bisa tidur dengan keadaan seperti ini?” Hatiku mencoba menerka-nerka. Hmmmm……ku baru sadar, sekarang sudah jam 05.10 pertanda adzan subuh bentar lagi akan di kumandangkan. Ku pun mengurungkan niat menyambung tidur lagi, melanjutkan mimpi yang terpotong. Ku langsung berwudu’, sambil menunggu adzan subuh. Ayat demi ayat ku baca, mengulangi hafalanku, ya walau Cuma sempat beberapa ayat, yang penting konsisten tiap hari ngulang hafalan. Satu hari ngulang 10 juz, setelah itu 10 bulang ga pernah ngulang lagi, kan lebih baik 1 juz 1 hari, tapi tetap tiap hari.
“Bangun…..Bangun…. Subuh…. Subuh…” ku menggoyang-goyang tubuh Zukhri, Hamdi dan Ilham.

**********

Setelah shalat subuh, utaz Abdul Qadir memberi instruksi kepada seluruh mahasiswa,
“Mahon maaf kepada teman-teman sekalian karena keadaan seperti ini. Jujur saja, saya juga tidak menyangka tempat yang di sediakan ke kita selama 21 hari kedepan seperti ini. Tapi jangan khawatir, insya allah kita akan usahakan pindah dari sini, mencari tempat yang lebih layak lagi.”
“Tapi, sebelum kita pindah, hari ini jangan ke mana-mana, di sini saja, karena kita semua masih asing di sini”

Terlihat seulas senyum dari wajah-wajah mahasiswa yang ikut dalam qafilah da’wah ini, tak terkecuali dengan diriku, Zukhri, Ilham dan Hamdi. Rasa tenang mulai menghampiri hati, mengisi setiap sudut yang sedari kemaren penuh dengan noktah khawatir. Ragu, bimbang, takut dan tak tenang mulai hilang di hempas badai lega yang menyegarkan suasana shubuh pagi ini. Kokok ayam jantan seolah mengucapkan selamat, semilir angin pagi laksana pemberi semangat, bagi kami yang sedang menapaki jalan da’wah.
“Apa ku bilang, ustaz tu baik, pasti ga tega lihat kita tinggal di sini” ujar Hamdi, Kami hanya mangguk-mangguk saja merespon ucapan Hamdi tersebut.

Sang surya mulai menampakkan senyumnya, sapanya yang lembut menyegarkan fisik dan jiwa, cahayanya menerangi setiap penjuru dunia, mengetok pintu demi pintu, menarik selimut mimpi yang membalut tidur, seolah-olah mengajak manusia memulai aktivitasnya. Perlahan tapi pasti, penduduk desa mulai kelihatan, dari anak kecil yang menunggang himar, lengkap dengan derum airnya. Bapak setengah baya berjalan dengan meletakkan cangkul di pundaknya. Anak-anak kecil saling kejar-kejaran, memulai permainan mereka. ku baru sadar, ternyata bangunan ini tidak satu-satunya, banyak rumah-rumah mungi di sekelilingnya, bentuknya bulat, terbuat dari tanah, beratapkan daun ilalang, atau orang sini menyebutnya dengan Ghathiyah. Memang tak ada listrik di kawasan ini, pantas saja malam itu seolah-olah tak ada rumah di sini.

Seorang pemuda desa itu menghampiri kami, dengan membopong generator,
“Mana ustaz kalian?”
“Lagi keluar”
Jawab ku.
“Ya udah, ni generator kita nyalain aja, kalian semua pasti punya hp, dan batrenya mungkin sudah habis, jadi kalian bisa mencash nya di sini” paparnya.
“Terimakasih banyak” balas ku sambil tersenyum.
“Akhirnya bisa Facebookan lagi” celetuk Ilham.
“Facebook aja pikirannya, kita kesini mau da’wah, bukan mau Facebookan” timpal Zukhri.
“Ya….k an di dunia maya juga butuh da’wah” balas Ilham tak mau kalah.
Bersambung……

(Secarik kisah dari catatan harian ku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s