Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Oh Dunia

Dunia adalah panggung sandiwara, tempat para aktor berekspresi dan bergaya, melakoni skenario yang telah di karya, oleh Sang Maha Pencipta. Setiap aktor mempunyai durasi waktu yang berbeda, ada yang dapat jatah lumayan lama, ada yang sedang-sedang saja, ada pula yang hanya sekedar setor muka, bahkan ada yang belum bereksen sudah di cute oleh sutradara, mungkin karena ga cocok kali ya??? hehehe.. Ya begitulah kontrak yang telah kita teken, dan yang telah kita negosiasikan sewaktu kita masih ikut audisi.
Nah! Sekarang bukan panjang atau pendeknya durasi yang diberikan, tapi bagaimana kita bisa mengoptimalkan setiap scene secara maksimal, tentunya relevan dengan apa yang diinginkan sutradara. Kita semua pasti ingin menjadi sang aktor legendaris, dikenal setiap orang, dikagumi semua penonton, disayangi sutradara. Namanya harum dan tak asing lagi ditelinga, potonya terpampang dimana-mana, namanya menjadi buah bibir manis disetiap sudut kota dan desa.
Seperti halnya Nabi Muhammad SAW Kekasih Allah, sang reformis dunia, sekaligus motivator umat manusia, dialah yang pantas diidolakan, karena sepak terjangnya tak perlu diragukan. Beliau mengajarkan banyak hal kepada kita, dari yang kecil bahkan terkadang kita anggap sepele, sampai kemasalah yang rumit dan sulit.
Manusia identik dengan makna cinta, cinta dunia, cinta harta, cinta wanita dan cinta tahta.
kita tidak bisa mengatakan : “ dunia adalah suatu hal yang harus dijauhi” kenapa? “karena dunia terkadang membuat kita sadar bahwa kita hanya hidup sekali”.
kita tidak bisa mengatakan : “Harta adalah suatu hal yang tak perlu dicari” kenapa? “kerena terkadang dengan harta kita bisa mendapat ridho Ilahi”.
kita tidak bisa mengatakan : “Wantia adalah suatu hal yang mesti di hindari” kenapa? “karena wanita terkadang adalah sosok penyejuk dan penyemangat bagi suami”.
kita tidak bisa mengatakan : “Tahta adalah suatu hal yang mesti dibenci” kenpa? “karena terkadang dengan tahta kita bisa menegakkan keadilan dan merobek tirai kebathilan ”.
Wahai para generasi rabbani, sandiwara ini akan berakhir, flim ini akan selesai, skenario ini akan tamat. Tapi ingat, semua penampilan kita telah direkam, dan akan diputar ulang nanti di akhirat, dihadapan semua orang. Apakah peran anda dalam cerita ini baik, sebagai sosok aktor yang beretika, bermoral dan taat??? Atau jadi seorang preman yang berkecimpung dengan dunia kemaksiatan??? Atau seperti para koruptor yang berlagak baik tapi bak cacing vita yang menggerogoti tubuh??? Atau seperti pemulung yang hari-harinya penuh dengan peluh dan keringat??? Atau seperti orang lumpuh yang tak mampu berbuat apa-apa, selain pasrah dan berdoa??? Atau malah seperti binatang yang tak punya akal pikiran??? Andalah yang tahu apa posisi anda sekarang. []

4 Tanggapan to “Oh Dunia”

  1. pida said

    nyentuh banget kak .
    doain z smoga kt t’msuk mnusia yg tdak merugi

    • elmizah said

      jadikanlah kami orang2 yang beruntung
      dunia dan akhirat
      amiin ya mujiib

  2. dilah said

    bang kok g skalian ja cacing tambang itu lbih menggenaskan dri cacing pita loh..
    hehe..

    • elmizah said

      hehe
      it kn cm skedar istilah aj dk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: