Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Take Time

Satu detik yang telah lalu lebih jauh dari seribu tahun yang akan datang”.
Menapak tilas dari lika-liku pengalaman, yang terekam indah di memori kehidupan, tercatat dalam ingatan, terlukis dalam kenangan. Gemerlapnya kemilau cahaya dunia, dengan fatamorgana dan mahligai nan elok di pandang mata, menyulap qalbu menjadi buta, menyihir jiwa agar selalu lupa. Lupa pada Sang Pencipta. Lupa datang dari mana. Lupa sedang dimana. Dan lupa akan kemana.
Cobalah untuk tafakkur sejenak. Introspeksi diri, renungi apa yang telah terjadi, selami dalamnya relung-relung hati, tataplah berapa banyak noktah hitam yang telah menodainya hingga cahayanya kian hari kian meredup? “Take time to think, it is the source of power”. Ambil waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Era globalisasi dan informasi, dengan lambang demokrasi. Dimana setiap manusia bebas berpendapat dan berekspresi. Banyak orang sibuk menggonjang ganjingkan hak azazi. Kaum hawa ribut mempermasalahkan emansipasi. Para pemimpin gencar mengumbar janji. Rakyat jelata hiruk pikuk menyerukan : selamatkan kami. Belum lagi, westernisasi yang terus beranak pinak bak virus ganas dikalangan generasi. Selaku generasi rabbani, Inilah medan da’wah yang akan kita temui. Benteng apa yang akan anda bina? Samurai apa yang akan anda bawa? Prisai apa yang anda punya?
Oleh karena itu, Sebelum terjun kemedan laga, layarilah samudera lautan ilmu yang tak bertepi, ambillah mutiara indah yang tersimpan didasarnya. Giat membaca, rajin belajar dan bertanya, agar anda tak seperti, pemancing yang dilarikan ikan. “Take time to read, it is foundation of wisdom”. Ambil waktu untuk membaca, itu adalah kerangka kebijaksanaan.
Ketika anda tak sanggup menatap kedepan, karena masa depan anda yang suram. Tatkala anda tak mampu menoleh kebelakang, karena masa lalu anda yang kelam. Maka pintalah pada Robb-mu, Dia akan menunjukimu. Selaku insan yang tak mempunyai daya dan upaya, melainkan atas izinnya, jangan ragu dan bimbang untuk berdoa dalam sujud terakhirmu, sisihkan waktu untuk memohon setelah shalatmu, tadahkan tangan dalam qiyamullailmu, harap dan pintalah padaNya, karena Dia Maha Pengasih terhadap semua hambaNya. “Take time to pray, it is the greatest power on earth”. Ambil waktu untuk berdoa, itu adalah kekuatan yan paling besar di dunia.
Nah! Pergunakanlah waktu yang masih diberikan, optimalkanlah sisa umur yang telah di takdirkan, untuk meningkatkan keimanan, mempertebal ketaqwaan, serta membekali diri dengan ilmu dan amal. Jadilah generasi yang cerdas, tegas, ikhlas, berkualitas dan bekerja keras. Mari kita putar haluan, menuju hidup penuh keridhaan Tuhan. Sebab hidup hanya sekali, sesal kemudian tiada berarti.

2 Tanggapan to “Take Time”

  1. yati said

    hmmmm
    betul dk….
    waktu bagaikan pedang
    klu ga kita gunakan bener2..
    kita di tebasnya…
    hehhe

    • elmizah said

      makanya hati2 kak..
      hhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: