Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Bisikan Hati

Tak beda aku dengan ranting yang patah
Sekah dari dahan nan basah
Jatuh terhempas keatas tanah
Terinjak kaki yang melangkah
Tapi dia tak bersalah

Tidak……….
Tidak……….
Ku ingin berteriak sekuat-kuatnya
Ku ingin menjerit sekeras-kerasnya
Ku ingin memekik setinggi-tingginya
Oh… ternyata tak ada gunanya

Ketika nasi menjadi bubur
Ketika tanah menjadi lumpur
Ketika pandangan menjadi kabur
Ku tak bisa mengatakan sudah terlanjur
Karena semuanya telah diatur
Oleh Sang Maha Pengatur

Ya… Robbi…
Hanya pada-Mulah aku mengabdi
Hanya pada-Mulah aku berserah diri
Tunjukilah hamba-Mu ini
Kejalan yang Engkau ridoi
Agar aku tidak mengikuti
Bisikan Syetan yang Engkau murkai

6 Tanggapan to “Bisikan Hati”

  1. anton said

    apa yang telah terjadi…
    ga kan datang lagi…

    mantappp brooo…
    maju trus…

    • elmizah said

      betul sekali broo…
      setuju bgt…

      makasih bro..

  2. hafsah khoiriyah hrp said

    ala bidzikrillahi tathmainnul qhulub….

    yaa muqollibal qhuluub…..qollib qhuluubanaa ‘alal imani wal islam….wa nawwir quluubanaa binuuri hidayatika kama nawwartal ardho binuuri syamsika wal qhomarika abadan abada yaa arhamarrohimiinnn………

    • elmizah said

      amiin ya rahmaan…

  3. Desthya Yusi Hasan said

    subhanalllah….

    • elmizah said

      mksh dk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: