Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Buaian Mimpi

Semilir angin menyusup angan…
Membawa mozaik-mozaik hayalan…
Tenggelam di samudera impian…
Bak anak bayi dalam ayunan…
Di buai-buai dengan nyanyian…
Tertidur pulas tanpa beban…

Saat mimpi mampu membuai…
Saat diri terus berandai…
Gejok hati mengusik damai…
Damai semu yang telah lama di mulai…
Oh………
Ternyata perjalanan ini hampir selesai…
Ku hanya mampu berjalan gontai…
Meratapi waktu habis penuh lalai…
Kenyataan pun bagai singa mengintai…

Hampir 4 tahun di dekap kantuk…
Hanyut dalam hayalan tanpa tajuk…
Ketika sadar serasa ingin mengamuk…
Menyesal dan mengutuk…
Hati yang lemah dan lapuk…
Kepala pun tertunduk…
Terhenyak ketika hati di ketuk…

Apa yang di dapat selama ini?
Ilmu apa yang telah di miliki?
Sesiap apa ketika pulang nanti?
Sudah berapa ayat yang di tadabburi?
Berapa hadits yang di pahami?
Betapa malangnya nasib ini…
Ketika kesadaran menghampiri…
Penyesalan datang tuk kesekian kali…

(Ketika belajar mengintrospeksi diri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: