Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Mu’jizat Nabi Musa

Al quran adalah pedoman manusia, untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Al quran menerangkan segalanya, dari hal yang sepele, sampai kepada permasalahan yang ruwet. Di dalam al quran kita juga menemui banyak kisah-kisah teladan yang bisa kita petik hikmahnya, untuk di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, kali ini kita akan mengutip sedikit kisah mu’jizat nabi Musa as.

Nabi Musa as di utus oleh Allah untuk menyadarkan bani israil yang telah jauh dari kebenaran. Tantangan terbesar nabi Musa dalam mengemban risalah ini adalah Fir’aun dengan kekuasaan dan para pengikutnya. Kita semua pasti tau, salah satu mu’jizat nabi Musa adalah tongkat yang berubah menjadi ular. Seperti di jelaskan dalam al quran :

وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ * حَقِيقٌ عَلَى أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ * قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ * فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ * وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ * قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ * الأعراف : 104-109

• Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam, (104)
• wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”. (105)
• Fir’aun menjawab: “Jika benar kamu membawa suatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”. (106)
• Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. (107)
• Dan ia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. (108)
• Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai, (109)

Dalam ayat ini di sebut kan ada dua mu’jizat nabi Musa as, yaitu tongkat yang menjadi (ثُعْبَانٌ) ular, dan tangan yang bercahaya. Jika kita teliti, kata yang di pakai dalam ayat ini adalah (ثُعْبَانٌ), dalam bahasa arab (الحية العظيمة الخلقة) bermakna ular yang besar. Akan tetapi, dalam ayat lain, mu’jizat nabi Musa di sebutkan dengan menggunakan kata (جَانٌّ) seperti firman Allah :

إِذْ قَالَ مُوسَى لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ * فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * يَا مُوسَى إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ * وَأَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ * النمل : 7-10

• (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: “Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang”. (7)
• Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: “Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Rabb semesta Alam”. (8)
• (Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, (9)
• dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh”. Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku, (10)

Begitu juga dalam firmanya :

فَلَمَّا قَضَى مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ * فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ * وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِين * القصص : 29-31

• Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnya api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”. (29)
• Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Rabb semesta alam. (30)
• dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.(Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman. (31)

Nah, dari tiga ayat di atas, ada sebagian orang yang mengatakan, bahwa terjadi perbedaan makna dalam satu masalah. Di ayat pertama dengan kata (ثُعْبَانٌ) yang berarti ular yang besar, sedangkan di ayat yang ke dua dan ke tiga, dengan kata (جَانٌّ) artinya ular yang kecil. Kenapa bisa terjadi perbedaan kisah dalam satu masalah?

Sebenarnya, tidak ada perbedaan dalam kisah ini. Ayat yang kedua (Q.S Al Naml) dan ketiga (Q.S Al Qashash), itu terjadi ketika nabi musa di angkat menjadi seorang rasul, di gunung sina. Yaitu tatkala nabi Musa melemparkan tongkatnya, dan tongkat itu berubah menjadi (جَانٌّ) ular kecil yang gesit, tentu itu hanya sebagai awal dan bukti bahwa dia telah di angkat menjadi seorang rasul, dan itu lah salah satu mu’jizat yang di berikan.

Namun, pada ayat pertama (Q.S Al A’raf), itu terjadi setelah nabi Musa di angkat menjadi rasul, dan dia di utus ke kerajaan Fir’aun untuk mengajaknya kepada jalan yang benar. Sesampainya di istana, tentu Fir’aun tak langsung mempercai apa yang di katakan nabi Musa, bahkan Fir’aun menantang nabi Musa untuk membuktikan kebenaran bahwa dia adalah seorang rasul utusan Allah. Ketika itu, Fir’aun menyiapkan tukang-tukang sihir kerajaan, untuk mengalahkan nabi Musa. Jadi, pada saat itu, ketika nabi Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu berubah menjadi (ثُعْبَانٌ) ular yang besar, bukan menjadi (جَانٌّ) ular kecil. Yang pada akhirnya nabi Musa dapat menaklukkan tukang-tukang sihir tersebut, bahkan sebagian dari mereka ada yang beriman dan membenarkan nabi Musa.

Wallahu a’lam

2 Tanggapan to “Mu’jizat Nabi Musa”

  1. makasih dah berbagi ….

    • elmizah said

      sama2…
      berbagi dalam kebaikan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: