Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Bayi Tabung

askum bg ….
mw nanyak bg….
mnurut abg apa hukum dari bayi tabung????
brikan alasan’a yabg …
Manna

waalaikum salam
islam selalu mengajarkan dan menganjurkan kita untuk berkerja, berusaha dan berdoa, selalu optimis dan jangan pernah pesimis. Rahmat serta karunia allah selalu akan di limpahkan dan di curahkan kepada hamba-hambanya yang benar-benar berupaya untuk menggapai keinginannya. Seperti pesan nabi Ya’kub kepada anak-anaknya ketika mereka mencari keberadaan nabi yusuf dan saudaranya.

يا بنى إذهبوا فتحسسوا من يوسف وأخيه ولا تيأسوا من روح الله إنه لا ييأس من روح الله إلا القوم الكافرون

“hai anak-anak ku, pergilah dan cari taulah keberadaan yusuf dan saudaranya, dan janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tidak ada yang putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir” (Q.S Yusuf 87)

Begitu juga dalam pernikahan. Salah satu tujuan utama dalam pernikahan adalah memelihara fungsi dan kesucian produksi demi berlanjutnya generasi-generasi baru. Bahkan rasul menyuruh para lelaki untuk memilih istri yang walud ( subur ) karena rasul sangat bangga jika nanti di hari kiamat ummatnya adalah ummat yang terbanyak. Sebagaimana sabdanya :

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم يوم القيامة

“Menikahlah kalian dengan wanita-wanita yang subur (peranak) karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya) kalian pada Hari Kiamat nanti.” (HR. Ahmad)

Akan tetapi, jika terjadi yang tidak di inginkan, seperti sudah sekian lama menikah, namum belum di karuniai anak juga. Setelah segala upaya di lakukan, setelah berbagi obat dan trapi di kerjakan, tapi hasilnya masih nihil. Janganlah berputus asa. Selalu ada cara, selalu ada solusi di setiap masalah yang di hadapi.

Di era yang serba canggih ini, para dokter ahli telah menemukan salah satu cara untuk mereka yang kurang beruntug dalam pernikahan, yaitu dengan Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan. Bayi tabung adalah merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral, dengan cara mengambil seperma suami dan ovum istri, lalu di proses di tabung. Setalah terjadi pembuhan, lalu di transfer ke rahim istri. Jika prosesnya seperti ini (seperma suami dan ovum istri) bukan dari donor, maka boleh-boleh saja. Tapi, jika seperma atau ovumnya dari donor, maka tidak di benarkan dalam islam. Karena akan merusak keturunan. Jika anak itu lahir, maka anak itu akan di nisbahkan ke siapa? Karena tidak diketahui seperma siapa itu, atau karena tidak adanya tali ikatan pernikahan yang sah. Sama seperti anak zina, yang di nisbahkan hanya ke ibunya saja. Sedangkan islam sangat memelihara garis keturunan.

Perlu di ingat, selama bisa ditempuh dan di usahakan dengan cara alami, maka proses bayi tabung jangan di tempuh. Akan tetapi, jika tidak ada cara lain, maka tempuhlah teknologi bayi tabung dengan kriteria-kriteria di atas, agar anda mempunyai keturunan dan penerus di masa akan datang.

Semoga Allah, memberikan kita keturunan yang shaleh, berguna bagi agama dan Negara, dan moga Allah menjauhkan kita dari tidak adanya keturunan. Allahumma amiin.

Walluhu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: