Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Hukum Mengucapkan Karramallahu Wajhah

Assalamualaikum
apakah ada kekhususan Rosulullah saw trhadap para khulafa ur-rasyidin??misalnya ada saya temukan di sbuah buku islam,,bahwa gelar khulafa’ yg 3 itu RA,tpi knapa pada gelar Ali bukan Ra,,tpi karromallaahu wajhah,,knpa beda?tlng berikan alasan ny bg.

Waalaikum salam
(رضي الله عنه) adalah untaian doa yang di bubuhkan di setiap nama para sahabat, yang artinya “moga Allah selalu meridhainya”. Jika kita teliti, istilah (رضي الله عنه) tidak pernah kita temui dari zaman rasulullah, shabat, sampai ke masa tabi’in. rasul tidak pernah menyebutkan Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu, atau Umar Radhiallahu ‘anhu, atau ‘Utsman Radhiallahu ‘anhu, atau ‘Ali Radhiallahu ‘anhu dll. Begitu juga setelah wafatnya rasulullah saw, istilah (رضي الله عنه) belum pernah ada, karena ga pernah Abu Bakar memanggil Umar : wahai Umar Radhiallahu ‘anhu. Atau Ali memanggil ‘Utsman : wahai Utsman Radhiallahu ‘anhu. Dan para sahabat lainnya, tidak pernah memanggil sesamanya dengan membubuhi di akhir namanya dengan kalimat (رضي الله عنه).

Istilah ini muncul tentunya jauh setelah mereka meninggal dunia, Ulama-ulama yang bermunculan beberapa ratus tahun kemudian, membuat kalimat (رضي الله عنه) di akhir setiap nama mereka, sebagai doa, penghormatan dan penghargaan. Hingga kita temui hampir di setiap kitab-kitab, baik kitab tafsir, hadits, tarikh dll, jika ada nama sahabat biasanya di iringi dengan (رضي الله عنه).

Nah, bagaimana dengan (كرم الله وجهه)? Ya sama saja, di zaman rasulullah, era sahabat, tidak ada yang pernah memanggil ali dengan sebutan : ya Ali Karramallahu wajhah. Istilah ini juga muncul jauh setelah mereka meninggal dunia. Kedua sebutan ini tentunya boleh-boleh saja kita bubuh kan, karena itu hanya sebuah doa.

Lalu kenapa hanya Ali saja yang di sebut dengan (كرم الله وجهه)? Ada yang mengatakan, karena Ali sejak kecil tidak pernah menyembah berhala, jadi wajahnya bersih dari menyembah selain Allah, hingga di bubuhkan (كرم الله وجهه) di akhir namanya. Ada juga yang mengatakan, karena Ali tidak pernah melihat auratnya sendiri dan aurat orang lain. Semua boleh-boleh saja, asal jangan ada pengkhususan, hanya khusus untuk Ali saja hanya dengan dua alasan ini. Karena banyak juga para sahabat yang sejak kecil tidak menyembah berhala dan langsung masuk islam. Dan juga tentunya tidak melihat aurat orang lain. Jadi intinya jangan mengkhususkan hanya kepada Ali saja, sama seperti radhiallahu anhu, tidak hanya di khusus kan kepada salah seorang sahabat, semua sahabat baik yang terkenal dengan kewara’annya, yang terkenal dengan ilmunya, terkenal dengan dermawannya dll, semua di doakan dengan (رضي الله عنه) begitu juga dengan Ali, tidak ada pengkhususan sama sekali.
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: