Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Hukum patung dan foto

Assalamualaikum
Mama saya pernah bilang : kalau ada patung dirumah, malaikat ga masuk kerumah itu.
Jadi gimana maksudnya itu bang?

Putri

Waalaikum salam
Islam adalah agama yang universal, rahmatan lil’alamin, agama yang indah, agama yang cocok kapan dan dimana saja. Hakikatnya, islam sangat mencintai keindahan. Islam menganjurkan agar kita selalu menjaga kebersihan dam berpakaian rapi. Seorang istri dianjurkan untuk berpenampilan secantik dan seanggun mungkin dihadapan suaminya. Ketika kita akan menunaikan shalat, kita diperintahkan untuk suci (wudu’), pakaian juga bersih, dan tempat kita shalat juga bersih. Betapa islam itu memperhatikan kesucian dan keindahan. Allah suka terhadap hamba-hambanya yang suci dan menjaga keindahan.
Akan tetapi, tak selamanya yang indah dimata manusia, indah disisi Allah. kita boleh menghiasi rumah dengan dekor-dekor indah, taman-taman yang penuh dengan aneka ragam bunga, namun dengan batas-batas yang tertentu. Adapun dekorasi yang berlebihan, atau yang menimbulkan kesombongan, atau yang merusak nilai-nilai aqidah, tentu dilarang dalam agama. Adapun tentang patung, akan kita jelaskan dalam beberapa poin :
1. Patung itu haram, jika dibuat untuk di sembah. Karena itu adalah bentuk kemusyrikan. Orang yang menyembah dan membuat patung itu, akan mendapat siksaan yang sangat hebat di akhirat nanti. Allah berfirman :

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang-orang menyekutukanNya, dan mengampuni selain dari itu (syirik) bagi orang-orang yang Dia kehendaki. Dan siapa yang musyrik maka dia telah melakukan dosa yang amat besar” (Q.S Al Nisa’ 48)

2. Patung itu haram, jika dibuat untuk kebanggaan dan kesombongan diri. Karena Allah sangat benci kepada orang-orang yang sombong. Allah berfirman :

إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang sombong” (Q.S Al Nahl 23)

3. Patung itu haram, jika dibuat karena ingin menandingi ciptaan Allah. karena kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak punya daya dan upaya melainkan atas izinNya. Nabi Muahammad saw bersabda :

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فَإِنَّ اللَّهَ مُعَذِّبُهُ ، حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ ، وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا أَبَدًا

“Siapa yang melukis (membuat patung) maka Allah akan menyiksanya, sampai dia memberikan ruh kepada yang dibuatnya. Padahal dia tidakkan mampu memberikah ruh itu padanya” (H.R Bukhari)

4. Patung itu haram, jika yang dibuat itu adalah para nabi, para raja, orang-orang shaleh dll. Karena di takutkan pada suatu saat nanti orang-orang menyangka itu untuk disembah. Sebagai contoh, kisah orang-orang shaleh di zaman Nuh ‘alaihissalam, mereka adalah : Wadd, Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Setelah mereka wafat, orang-orang di masa itu merasa dalam kesedihan, mereka pun membuat patung-patung (orang-orang shaleh tadi) dan diberi nama sesuai dengan nama-nama mereka, kemudian diletakkan di majlis tempat mereka biasa berkumpul. Pada dasarnya mereka membuat patung itu, karena kesedihan, karena keshalehan mereka. Akan tetapi, generasi-generasi setelah mereka, yang tidak tahu sejarah patung itu lagi, mereka pun menyembah patung-patung itu. Kisah ini diabadikan dalam al quran :

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

“Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (Q.S Nuh 23)

5. patung itu boleh, jika itu patung-patung kecil, seperti boneka mainan anak-anak. Sebuah kisah Rasulullah saw dengan ‘aisyah :

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من غزوة تبوك أو خيبر – فذكر الحديث فى هتكه الستر الذى نصبته على بابها, قالت: فكشفت ناحية الستر عن بنات لعائشة لعب فقال ما هذا يا عائشة قالت بناتى, ورأى فيها فرسا مربوطا له جناحان فقال ما هذا؟ قلت فرس قال فرس له جناحان قلت ألم تسمع أنه كان لسليمان خيل لها أجنحة؟ فضحك

“Setibanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam daripada peperangan Tabuk dan Khaibar, lalu diceritakan kisah di mana Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam menurunkan kain yang direntangkan pada pintunya, di sini Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam terlihat di sebalik kain rentang itu ada beberapa anak patung perempuan mainan kepada ‘Aisyah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apa ini wahai ‘Aisyah?” Jawabnya: “Anak-anak patung perempuan milikku.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam terlihat pula kepada patung kuda dalam keadaan terikat ada baginya dua sayap! Maka Rasulullah bertanya: “Apa ini?” ‘Aisyah menjawab: “Kuda.” Kata Rasulullah: “Kuda ada dua sayap!” Jawab ‘Aisyah: “Tidakkah Tuan pernah dengar bahawa ada bagi Nabi Sulaiman kuda-kuda yang mempunyai beberapa sayap? Maka rasulullah tertawa.” (H.R Abu Daud dan Nasai)

Adapun tentang foto, boleh-boleh saja, karena foto beda dengan lukisan, yang dilarang adalah lukisan-lukisan yang bernyawa. Sedangkan foto adalah memantulkan bayangan pada film dengan menggunakan alat, atau memindahkan bayangan, bukan menggambar; dengan perantaraan alat seperti camera dll.
Lalu hadits Nabi Muhammad saw :

عن أبى طلحة رضى الله عنه قال سمعت رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ : لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةُ تَمَاثِيلَ

“dari Abi Thalhah radhiallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda : malaikat tidak masuk kedalam rumah yang di sana ada anjing dan patung”. (H.R Bukhari)

Yang dimaksud malaikat dalam hadits ini adalah malaikat rahmat, bukan malaikat maut dan malaikan pencatat amal. Dan patung yang disini juga adalah patung yang diharamkan, yang telah dijelaskan di atas.
Moga Allah selalu menunjuki kita jalan yang benar, dan membibing kita untuk mendapat ridhaNya.

Wallahu a’lam.

4 Tanggapan to “Hukum patung dan foto”

  1. putri said

    bg masih ada yg blum saia ngerti
    siapa yg melukis(membuat patung) maka ALLah akan menyiksanya,
    apa disini maksud melukis dan membuat patung itu sama?? lalu bagaimana hukumnya dengan lukisan manusia ??

    • elmizah said

      Kronologis hadits ini adalah, sa’id bin abul hasan pernah duduk dalam majlis ibnu ‘abbas ra. Tiba-tiba seorang laki-laki datang lalu bertanya : ya abu ‘abbas saya adalah pekerja, dan kerjaan saya adalah melukis. Ibnu ‘abbas menjawab : saya hanya memberitahukan padamu, apa yg saya dengar dari rasulullah saw. Beliau bersabda : siapa yg melukis, maka Allah akan menyiksanya, sampai dia memberikan ruh kepada yg dibuatnya, padahal dia tidak kan mampu memberikan ruh padanya. Lelaki tadi pun merangkak susah payah dengan muka pucat pasi. Maka ibnu ‘abbas berkata : kalau kamu takut, kamu kan masih bisa menggambar pepohonan dan segala sesuatu yg tak bernyawa.
      Nah ! Teks hadits ini adalah tentang lukisan. Akan tetapi kasus dan dasar pengharamanya dengan patung, sama, yaitu ga boleh untuk disembah, ga boleh untuk menjadi simbol kebanggaan, ga boleh berniat karena menandingi ciptaan Allah. Maka hukum lukisan yg bernyawa di samakan hukumnya dengan patung. Wallahu ‘alam

  2. putri said

    alhamdulillah
    sekarang awaq dah ngerrti bg
    makasih ea bg

    • elmizah said

      alhamdulillah…
      sm2 dk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: