Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Makna Musafir

Assalamualaikum
Saya pernah dengar perkataan “hiduplah di dunia seperti orang yang lewat atau musafir”
Musafir kan pengelana, jadi maksudnya di situ apa bang?

Putri

Waalaikum salam
Perkataan diatas, adalah hadits Nabi Muhammad saw. Beliau bersabda :
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبيّ فقال : ( كن في الدنيا كأنك غريب ، أو عابر سبيل ) . وكان ابن عمر رضي الله عنهما يقول : ” إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك ” . رواه البخاري .

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Rasulullah Saw. meletakkan tangannya di atas pundakku lalu bersabda: “Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang sedang berjalan” Dan Ibnu ‘Umar berkata: “Jika sore hari jangalah menanti hingga pagi. Jika pagi hari janganlah menunggu sampai sore. Dan pergunakanlah waktu sehatmu untuk masa sakitmu, dan waktu hidupmu untuk matimu” (H.R Al Bukhori)

Hadits diatas menggambarkan bahwa kita yang hidup di dunia ini tak obahnya seperti seorang yang sedang menempuh perjalanan panjang (musafir). Seperti biasanya, orang yang sedang musafir selalu ada masa istirhat dan berhenti untuk makan atau melepaskan penat, setelah itu perjalanan pun dilanjutkan kembali. Sebagai contoh, di zaman Rasulullah saw, perjalanan panjang akan melewati gurun-gurun pasir yang gersang dan luas. Dengan hanya mengendarai unta. Sang musafir pasti akan berhenti di satu tempat untuk istirahat. Nah tempat istirahat itulah yang di umpamakan Rasulullah dengan kehidupan dunia, kehidupan yang hanya sementara, kehidupan yang hanya sebentar, karena setelah istirahat kita akan berdiri kembali untuk melanjutkan perjalanan kita, agar sampai ketujuan yang sebenarnya.
Betapa bodohnya orang yang terbuai dengan kehidupan dunia yang fana, sibuk mencari tahta, mengumpulkan harta, bahkan menghalalkan segala cara, hanya untuk mendapatkan sedikit kesenangan dunia. Rasul tidak melarang kita untuk hidup bahagia, atau menjadi orang kaya, atau menjadi pejabat tinggi di dunia. Ya… namanya musafir yang istirahat tentu juga ingin merasakan kenyamanan dan ketentraman dimasa istirahatnya yang sebentar itu. Akan tetapi, jangan sampai kesenangan yang sebentar itu melalaikan kita atau bahkan membuat kita lupa tujuan sebenarnya. Niat musafir ingin sampai ke tempat yang dituju. Dan tujuan manusia adalah akhirat. Allah swt berfirman

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S Al Qashash 77)

Di penghujung hadits diatas dijelaskan juga, betapa pentingnya waktu. Jangan pernah menunggu-nunggu atau menunda-nunda, selama ada kesempatan dan anda mampu melaksanakannya, janganlah di tunda –tunda. Jika sore ini kita bisa melakukannya ga perlu menunggu sampai besok pagi. Karena kita tidak tahu, kapan ajal akan menjemput. Maka pergunakanlah masa-masa sehat kita dengan semaksimal mungkin, karena jika sakit telah menghampiri diri ini, jangankan untuk beribadah atau mengumpulkan bekal untuk akhirat, makan aja kita ga selera. Optimalkanlah setiap detik dalam hidup kita, agar kita menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat, sebab hidup hanya sekali, sesal kemudian tiada berarti.
Ingatlah, hidup dunia ini punya batas dan hanya sebentar, kehidupan yang sebenarnya adalah akhirat. Orang yang senang di dunia belum jaminan akan senang pula di akhirat.Allah berfirman :

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآَخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (Q.S Al Mu’min 39)

Bekerjalah untuk dunia mu, seolah-olah engkau hidup selamanya, tapi jangan lupa, beramallah untuk akhiratmu, seolah-olah engkau mati esok hari.

Wallahu a’lam.

2 Tanggapan to “Makna Musafir”

  1. putri said

    assalamualaikum
    makasih ea bg
    dah mau jawab pertanyaan saia

    • elmizah said

      waalaikum salam
      ya dk,sm2…

      mg allah slalu memberi hidayahny pd kita smua..
      amiin ya robb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: