Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Menerima gaji dari yang berpenghasilan haram

Assalamualaikum
Bang, mau Tanya.
Nazli ada tawaran ngeles privat Bahasa Inggris plus mengaji iqra’ untuk anak SMP. Jadi selidik punya selidik, orang tuanya banyak jimatnya, tak pernah mau ta’ziah ketempat orang meninggal, mukanya tetap awet padahal dah lumayan tua, ada bau mistik gitu lah, kurang tau pun kerjaannya apa, denger-denger menghalalkan segala cara dan menzhalimi orang lain.
Tapi shalat, shalat juga, bangun mesjid dan berbagi dengan anak yatim iya juga, dll. Jadi bagaimanakah, nazli terima atau tidak ngeles anaknya ya? Kan satu kali gaji haram, 40 kali doa di tolak, ada tu kan bang?
Mohon solusinya..hehehe

Nazlia

Waalaikum salam
Mengajar adalah salah satu pekerjaan yang mulia. Para nabi, ulama-ulama dan guru-guru, mereka semuanya adalah orang yang berperan aktif dalam menyebarkan ilmu di muka bumi ini. Islam membolehkan, seorang guru mengambil upah atau imbalan dari jasanya. Bahkan mengajar al quran bisa menjadi mahar dalam pernikahan. Ini satu bukti bahwa seorang guru berhak dengan upahnya.
Di sisi lain, dalam hidup ini kita tidak boleh langsung memvonis si A begini, si B begitu, atau kelompok ini begini, kelompok itu begitu, sebelum ada bukti-bukti yang jelas dan nyata. Sebagai contoh, orang bilang si A adalah pencuri, dia kaya dari hasil curiannya, dia bisa beli mobil, bangun rumah yang mewah juga dari hasil curiannya. kita tak boleh langsung membenarkannya, sebelum kita lihat bukti-buktinya. Karena, ketika kita langsung menelan bulat-bulat apa yang di bilang orang, tanpa di selidiki dulu kebenrannya, ketika terbukti ternyata dia bukan seperti itu, maka kita telah memfitnah dia, kita telah menjatuhkan harga dirinya, kita telah berburuk sangka padanya dll.
Nah! bagaimana gaji seorang guru yang mengajar di keluarga yang seperti ini? Jawabannya mudah saja, berprasangka baiklah terhadap Allah dan manusia. Berprasangka baiklah padanya, mungkin saja diantara hartanya yang haram itu, atau diantara sekian banyak usahanya yang haram itu, ada harta dan usahanya yang halal. Niatkan lah gaji yang kita terima itu dari usahanya yang halal tersebut. Kasusnya hampir sama dengan seorang kariawan di bank konvensional. Walau di bank konvensional ada prektek ribawi, tapi bukan berarti semua transaksi di bank itu haram. Logikanya, jika memang benar semuanya itu haram, berarti semua orang Indonesia telah makan uang haram atau uang riba. Karena, lihat saja uang kita, bukankah lambangnya Bank Indonesia? Bukankah infra struktur di Negara kita seperti jalan, air, listrik, sekolah dll dengan anggaran yang sumbernya dari bank konvensional? Jadi intinya, walaupun yang mereka lakukan haram. Tapi, selama kerja dan usaha kita itu halal, gajinya akan tetap halal. Usaha yang halal, akan menghasilkan gaji yang halal. Ga ada cerita usaha halal, gajinya haram.Jadi tidak perlu ragu dan bimbang lagi. Karena memakan gaji dari usaha yang halal tidak masuk dalam katagori hadits ini.

عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله : { إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيباً، وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال تعالى: يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً [المؤمنون:51]، وقال تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ [البقرة:172]، ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يده إلى السماء: يا رب ! يا رب ! ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له ؟.

“Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.” (H.R Muslim)

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: