Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Nikah Siri

Gimana pendapat ustadz, ada sebuah pernikahan yang tidak tercatat berdasarkan hukum Negara, tapi sah menurut islam. Mereka menyembunyikannya karena masih belajar gitu, agar halal pacaran katanya. Dan hubungan suami istri pun (istimta’) ga mereka lakukan sampai selesai kuliah.

Nah! Berhubung tidak disebarkannya pernikahan mereka itu ke khalayak ramai, maka itu sah dimata Allah tapi kan manusia masih berfikir macem-macem, timbul fitnah juga. Gimana tu ustadz, ustadz setuju ga dengan nikah siri yang sering dibilang orang? Kalau Nazlia bilang : ga ada nikah siri yang ada pacaran siri alias berduaan. Hehehe. Syukron.

Nazlia

jawaban :
Perlu di ketahui, bahwasanya setiap sesuatu yang di syariatkan Allah dan rasul-Nya kepada kita , hanyalah semata-mata untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat, baik yang hukumnya wajib ataupun yang mustahab (sunnah), dan begitu syariat itu di tinggalkan karena sesuatu yang tidak mendesak,maka yang timbul adalah kerusakan dan ketidak tenangan didalam hidup.
Sebagai contohnya adalah nikah siri (sebagaimana yang kita fahami saat ini yaitu pernikahan yang telah sempurna rukun dan syaratnya, akan tetapi dirahasiakan), salah satu anjuran Rasulullah SAW yang hilang didalam nikah siri itu adalah “mengumumkan nikah”, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Umumkanlah oleh kalian pernikahan” (HR. At Tirmidzi) Dan hikmah dari diumumkannya pernikahan, yaitu untuk membedakan antara nikah yang halal dengan zina yang haram.
Adapun berkenaan dengan pertanyaan di atas, bahwa para ulama berselisih pendapat tentang pengertian nikah siri, yang berdampak pada hukum pernikahan tersebut.
Menurut jumhur {konsesus} ulama dari Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, bahwa nikah siri adalah nikah yang tidak ada saksinya, adapun jika ada dua orang saksi yang hadir dalam pernikahan tersebut maka bukan disebut nikah siri, walaupun tidak di sebarkan kepada khalayak,dan pernikahanyapun dianggap sah, karena hukum mengumumkan pernikahan bagi mereka hanyalah sunah dan bukan wajib ataupun syarat. Adapun hukum nikah siri (yang tidak ada saksinya) menurut jumhur ulama adalah batil, berdalil dengan hadist aisyah RA. Bahwa Nabi SAW. Bersabda ” tidak ada pernikahan kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi yang adil”
Adapun menurut ulama malikiyah: bahwa nikah siri adalah pernikahan yang tidak disebarkan kepada khalayak (dirahasiakan) walapun terdapat dua orang saksi atau lebih didalam akad nikah tersebut, karena mereka berpendapat bahwa mengumumkan nikah adalah syarat syahnya pernikahan, adapun hadirnya saksi dalam pernikahan bukanlah hal yang wajib ataupun syarat. Jadi walaupun akad nikah tersebut tidak dihadiri oleh seorang saksipun, asalkan di sebarkan kepada khalayak,maka pernikahannyapun sah . Adapun hukum nikah siri (yang tidak disebarkan, walaupun ada dua orang saksi atau lebih) menurut mereka {ulama malikiah} adalah akad nikah tersebut harus dihapuskan sebelum mereka berhubungan suami istri, atau setelah berhubungan akan tetapi belum lama, adapun jika sudah lama maka tidak dihapuskan, akan tetapi hakim harus memberi hukuman kepada semua yang bersepakat untuk menyembunyikan akad nikah tersebut. Adapun dalil mereka, bahwa kaum muslimin pada masa nabi SAW, melakukan akad nikah, tanpa ada suruhan dari nabi SAW untuk mendatangkan saksi, akan tetapi yang disuruh oleh nabi SAW adalah mengumumkan pernikahan tersebut, dan tidak ada satu dalilpun yang shahih yang mensyaratkan adanya saksi didalam pernikahan.

Dari perbedaan pendapat para ulama tersebut kita dapat simpulkan bahwa:
1. Penyebab perbedaan pendapat mereka adalah tentang apakah mengumumkan nikah kepada khalayak merupakan syarat sahnya akad nikah atau bukan. Bagi yang menjadikan itu sebagai syarat, maka akad nikah yang sebagaimana ada pada pertanyaan di atas tidak sah dan harus dihapuskan, adapun yang tidak menjadikan sebagai syarat, maka cukup dengan dua orang saksi, akad nikah tersebut dianggap sah walaupun di rahasiakan.
2. Kalau kita lihat atsar-atsar dari para shahabat , menunjukan bahwa pendapat jumhurlah yang lebih kuat, diantara atsar-atsar tersebut: Diriwyatkan oleh imam Malik di dalam Muwatta’, bahwa di datangkan di hadapan Umar bin Khatab seorang yang menikah hanya di saksikan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Umar berkata ” ini adalah nikah siri dan saya tidak membolehkannya…”
Didalam atsar ini Umar menyebut pernikahan tersebut nikah siri, dikarenakan kurangnya saksi, karena didalam persaksian satu orang laki-laki berbanding dua
Wallahu ‘alam

2 Tanggapan to “Nikah Siri”

  1. Amar said

    Assalamu alaikum ustad, saya saat ini mempunyai seseorang wanita yang mencintai saya, bahkan rela lakukan apa aja demi saya, saya tawarkan ke dia agar saya bertemu orang tuanya untuk menikahinya, namun dia belum siap, karena masih takut pada orang tuanya, saya juga belum punya uang sebagai uang adat, namun di suatu saat ada seseorang yang menikahkan saya, dia itu ustad di pesantren, dia membawa sahabatnya, dalam hal ini mereka berdua menikahkan kami agar kami halal berpegangan tangan, apakah pernikahan kami ini sah dan halal bersentuhan ustadz?

    • elmizah said

      Waalaikumussalam
      Sahabat ku Amar yg d rahmati Allah.
      Syarat nikah itu tentunya adalah:
      1. Ijab dan kabul
      2. Wali
      3. Saksi
      Nah dri crta kamu d atas, brarti si perempuan tidak mempunyai wali, krn kamu tdk melamarnya langsg kepada ortu nya.
      Kemudia dua orang ustadz yg kamu blg d atas, brarti berperan 1 sbagai wali, 1 ny lagi sbagai saksi, nah saksi it hrus dua org, tdk blh hanya 1 org.
      Untuk menggantikan wali prempuan agar sah d nikahkan oleh qodi it jg ad syarat n ktentuannya.
      Oleh karna itu, akad nikah saudara blm sah syaratnya, jika blm sah syaratnya, maka tidk sah pula akadny, jika tdk sah akad nya, maka tidk blh pula bersentuhan.
      Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: