Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Sufi

Assalamualaikum
Orang sufi itu apa?

Waalaikum salam
Sufi berasal dari bahasa arab (تصوف) yang artinya mensucikan. Maka sufi adalah golongan yang selalu berusaha untuk mensucikan diri, memperbaiki akhlak, membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Ada juga yang mengatakan sufi berasal dari kata (صفا) yang artinya kemurnian. Hal ini menekankan bahwa orang-orang sufi atau yang dikenal sekarang dengan istilah sufisme, untuk menjaga kemurnian hati dan jiwa. Ada juga yang mengatakan, sufi itu berasal dari kisah sehabat yang hijrah bersama nabi ke madinah dan meninggalkan harta kekayaanya di makkah. Di madinah mereka hidup sebagai orang miskin, dengan pakaian apa adanya layaknya orang miskin, tinggal di emperan mesjid nabi, menghabiskan waktu hanya untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, merekalah yang di juluki dengan Ahlu al Shuffah.

Orang sufi adalah orang yang berusaha mensucikan dirinya dengan memperbanyak amal ibadah, seperti dzikir, puasa, shalat, membaca al quran dan lain-lain. Tiori mereka ini di istilahkan dengan ilmu tashowwuf, yaitu satu ilmu yang menerangkan tentang cara membersihkan hati dan jiwa, untuk mendapat kebahagiaan hakiki dengan ridha Allah.

Ada yang mengatakan golongan sufi adalah sesat bahkan kafir, karena ajaran mereka bertentangan dengan hukum islam, seperti pendapat sebagian mereka yang mengatakan :
1. Mendhaifkan (mengatakan lemah) hadits yang shahih apabila ahli kasyaf (orang yang telah di bukakan hijab menurut pendapat ahli sufi) mengatakan hadits itu dhaif.
2. Menuntut ilmu itu tidak penting, menyusahkan, bertele-tele, bahkan menyita waktu dan di anggap duniawi, bagi mereka cukup mendapatkan ilmu itu dengan ilmu ladunni, ilmu tanpa perantara dan tanpa belajar.
3. Dan lain-lain.

Akan tetapi, kita harus lebih berpikir dewasa, kita tidak boleh langsung mengatakan semua orang sufi adalah sesat. Ya…mungkin sebahagian dari mereka ada yang sesat dengan pendapat-pendapat mereka yang betentangan dengan hukum islam, seperti yang telah di contohkan di atas, begitu juga orang-orang yang mengikuti dan membenarkan pendapat tersebut. Namun, bukanlah semua orang sufi itu sesat, karena ada sebagian dari mereka yang memang benar-benar hanya ingin mendekatkan diri kepada allah, mensucikan hatinya, menjaga jiwanya, dengan amal-amalan yang warid (yang datang) dalam alquran dan hadits-hadits shahih.
Sufi hanyalah salah satu golongan atau kumpulan orang-orang yang ingin menjaga hatinya dari kema’siatan. Jika dalam prakteknya ada yang melanggar syariat, maka salahkanlah orang yang melakukannya dan orang yang mengikuti perbuatannya tersebut, tidak di pukul rata semua orang sufi adalah sesat. Coba kita lihat, sufi yang terkenal dengan banyak ibadahnya, puasa senin kamis, atau puasa daud, banyak membaca alquran, banyak berdzikir seperti tahlil, tasbih, tahmid dan takbir serta dzikir-dzikir lainnya, I’tikaf di mesjid, berlomba-lomba mendapat shaf pertama dalam shalat, itu semua adalah amal-amal shaleh yang di ajarkan oleh rasulullah, tidak ada cela di sana.

Begitu juga dengan zuhud, sufi yang terkenal dengan pelajaran zuhudnya, kita tidak bisa mengatakan mereka sesat, selama definisi zuhud itu benar-benar di artikan sesuai dengan syriat islam. Zuhud adalah menghilangkan rasa cinta dunia dari hati. Harta yang kita miliki hanyalah titipan, yang nantinya ketika kita meninggal dunia akan kita tinggalkan. Jadi tak ada gunanya kita menghabiskan waktu hanya untuk mengumpulkan dan menupukkan harta, apa lagi pelit untuk menginfakkannya. Tapi kita jangan salah artikan, zuhud bukan berarti hidup miskin dengan serba kekurangan. Orang yang kaya raya juga bisa di katakana zuhud, jika hatinya bersih dari cinta dunia. Seprti, jika ada orang meminta, mereka tidak segan-segan memberikan hartanya. Ada pembangunan mesjid, mereka infakkan hartanya. Ada anak-anak yang tak mampu sekolah, mereka sekolah kan semuanya dengan hartanya. Ini adalah salah satu cirri-ciri orang kaya yang zuhud, yang tidak memikirkan jika saya keluarkan harta saya banyak-banyak, bisa habis nanti. Orang zuhud selalu berkeyakinan, harta ini milik Allah, ini hanya titipan, jika kita infakkan takkan berkurang, jika itu memang rezki kita. Sifat inilah yang di tanamkan oleh orang-orang sufi.

Akan tetapi jika mereka memaknai zuhud dengan makna lain, hingga bertentangan dengan syariat islam, maka itu salah. Seperti contoh di atas, mengatakan menuntut ilmu itu tidak penting karena menyusahkan dan bertele-tele, itu adalah pemahaman salah tentang zuhud. Atau yang mengatakan zuhud itu harus miskin, jadi jangan pernah bekerja, tentu ini adalah pemahaman yang salah. Karena gimana kita ingin ibadah, tanpa makan. Dan dari mana datanganya makanan jika kita tidak bekerja dan berusaha, makanan tidak datang begitu saja turun dari langit.

Intinya pada dasarnya sufi itu mempunya misi yang baik, yaitu membersihkan hati. Jika dalam pelaksanaanya ada yang menyeleweng atau melanggar hukum, maka salahkan orang yang melakukannya dan orang yang mengikutinya, jangan salahkan atau sesatkan semua orang sufi.
Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: