Elmizah

Tetap Konsisten & Selalu Optimis

Taubat

Assalammualaikum ustadz..
saya mo tanya,
1. Apakah ketika kita sudah menyadari atas kesalahan/dosa yang telah kita perbuat dan bertekad ntuk tidak mengulanginya sudah dikatakan taubat?
2. Apakah taubat yang benar harus disertai dengan sholat taubat?
3. Apakah setiap dosa2 belum diampuni oleh Allah SWT sebelum bertaubat?
sebelum dn sesudahnya syukran ustadz..
maap agak panjang, bila ada keluangan waktu aja dijawabnya..hehe

waalaikum salam

manusia telah di tunjuk oleh Allah sebagai khalifah di atas dunia ini, dengan di bekali akal dan nafsu. Terkadang dengan akal dan nafsu manusia bisa lebih mulia dari para malaikat, namun ada juga yang menjadi hina karena akal dan nafsu tersebut. Jika akal bisa mengontrol nafsu, maka jalan kebaikan yang akan di tuju, tapi, jika nafsu yang menguasai diri, pertanda akan terjerumus ke lembah yang hina dan nista. Tak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan, akan tetapi, sebaik-baik manusia adalah orang yang mengakui kesalahannya dan mau bertaubat atas segala dosanya. Rasulullah saw bersabda :

كل ابن آدم خطّاء وخير الخطاءين التوابون

” Setiap manusia itu bersalah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah orang yang mau bertaubat ” (H.R Tirmizdi dan Ibnu Majah)

Nah! Ada beberapa syarat taubat yang harus di penuhi, agar taubat itu menjadi taubat yang sempurna, atau yang dijelaskan oleh allah dalam alquran denga taubat nasuha

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Rabb mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

1. menyesali doasa-dosa yang telah dilakukan.
2. bertekat untuk tidak mengulanginya lagi.
3. menjauhi segala sesuatu yang membawa kepada perbuatan dosa atau ma’siat
4. jika dosa yang di lakukannya bersangkutan dengan manusia. Seperti harta, maka dia harus mengembalikannya. Atau seperti mencacinya, memfitnahnya dll, maka wajib meminta maaf kepadanya.

Jadi, ketika kita telah menyesali perbuatan kita dan bertekat untuk tidak melakukannya lagi, maka ini sudah di namakan taubat. Tapi, belum tentu taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya). Karena masih ada syarat-syaratnya yang kurang. Apa lagi jika kesalahannya itu berkaitan dengan orang lain, dengan hanya menyesal dan bertekat tidak melakukannya lagi, tapi belum meminta maaf terhadap orang yang bersangkutan, maka taubatnya kurang afdhal dan tidak sempurna. Tapi akan tetap di katakana taubat, karena allah selalu akan menilai hasil usaha dan jerih payah setiap hambanya.

Adapun tentang shalat taubat, itu bukanlah dari syarat taubat. Itu hanya sebuah amalan jika kita menyesal melakukan sebuah kesalahan. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw :

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ : “وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)” (H.R Abu Daud)

Jadi ketika kita melakan dosa lalu kita shalat dua rakaat, maka allah akan mengampunkan dosa kita tersebut. Sehingga shalat dua rakaat itu di namakan oleh para ulama dengan shalat taubat. Sama hal dengan shalat tahiyyatul masjid. Sebenarnya ketika kita masuk masjid, lalu kita shalat, misalnya shalat dua rakaat sebelum subuh, maka shalat dua rakaat sebelum subuh itu sudah mencakup shalat tahiyyatul masjid. Karena yang di maksud dengan tahiyyatul masjid adalah shalat sebagai penghormatan ketika kita masuk mesjid. Begitu juga dengan shalat taubat, karena dengan melakukan shalat, atau amal-amal baik, maka dosa-dosa (dosa kecil) kita akan di ampuni oleh allah swt. Sebagai mana firman allah :

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“sesungguhnya kebaikan itu menghapus kejahatan (dosa-dosa kecil)” (Q.S Hud 114)

Jadi intinya tidak semua dosa itu harus dengan taubat baru allah akan mengampuninya. Jika dia dosa-dosa kecil maka cukuplah dengan mengerjakan amal-amal baik, seperti shalat, baca quran dan lain-lain. Tapi jika dosanya dosa besar, maka harus dengan taubat.
Moga kita selalu dalam bimbingan yang maha kuasa.

Wallahu a’lam

3 Tanggapan to “Taubat”

  1. ityvanti said

    alhamdulillah..
    makasi banyak ustadz adek..
    sudah terjawab secara jelas dn terperinci..^^
    jazakillah

  2. elmizah said

    alhamdulillah klu gt kak…
    allahu yubarik fik..

    *jazakillah “untk cew kak”
    *jazakallah “bru untk cow”

    hehe

  3. ityvanti said

    iya ya..
    jazakallah lha klo gitu dek..
    jadi malu..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: